This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

12/10/2018

Prolog Revised


Beberapa keluhan yang kerap dilontarkan oleh banyak orang yang mempelajari Bahasa Inggris, terutama pada kelompok pemula adalah ketidakpahaman mereka dengan struktur tata bahasanya karena mereka menganggap tata Bahasa Inggris itu terlalu rumit, begitu juga dengan ejaan dan pengucapannya.

Sebenarnya, kendala-kendala tersebut dapat teratasi bila mereka mulai mencoba memahami berbagai bentuk kata dalam Bahasa Inggris. Itulah kunci pertama yang hendaknya dikuasai. Pada tahap pemula, tidak perlu banyak-banyak dulu memahami semua bentuk kata. Mulailah dengan memahami bentuk-bentuk kata yang utama (Parts of Speech) terlebih dahulu seperti Kata Kerja (Verb),Kata Benda (Noun), Kata Sifat (Adjective), Kata Keterangan (Adverb, dan Kata Ganti (Pronoun).

Sejatinya, sama halnya dengan struktur Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris juga memiliki struktur kalimat yang sederhana yang terdiri dari Subyek dan Predikat. Bedanya, predikat dalam Bahasa Inggris kadang-kadang harus menggunakan kata kerja bantu (auxiliary) bila suatu kalimat tidak memiliki kata kerja.

Perhatikan beberapa contoh kalimat berikut:

Saya pergi. Ini sudah merupakan sebuah kalimat karena Saya adalah Subyek dan kata pergi adalah Predikat yang menggunakan Kata Kerja (Verb). Dalam Bahasa Inggris, kalimat tersebut menjadi: I go, dimana I adalah Subyek dan go (Verb) yang berarti pergi.

Kemudian pada kalimat: Saya kaya.
Kalimat ini tidak memiliki kata kerja, dalam Bahasa Indonesia, Subyek boleh langsung diikuti oleh kata kaya yang merupakan kata sifat.

Dalam Bahasa Inggris kalimat tersebut memerlukan kata kerja bantu (auxiliary) yaitu to be yang terdiri dari am, is, are. Dalam Bahasa Inggris, kalimat tersebut menjadi I am rich. Begitu juga bila Subyek diiukti oleh kata-kata lainnya seperti kata benda (He is a teacher), kata keterangan (we are here) dan kata ganti (That book is mine).

Kita juga perlu memperhatikan pasangan setiap to be dengan Subyek. Makanya, kita harus tahu dulu setiap kata ganti itu. Dalam bahasa Inggris, kata ganti memiliki perbedaan berdasarkan Subyek, Obyek, Kepunyaan yang juga terdiri atas dua jenis yaitu kata kepunyaan yang diikuti kata benda (Possessive Pronoun) dan yang tidak diiukti oleh kata benda (Personal Pronoun).

Cobalah Anda sekarang mulai kembali melihat-lihat buku tata bahasa Inggris Anda, terutama bentuk kata kata ganti (pronoun). Coba kerjakan latihan-latihan sederhana terlebih dahulu. Setelah mampu menguasainya, maka akan lebih mudah masuk mempelajari Tenses (kata keterangan waktu) yang dianggap paling susah dipahami itu. Sederhananya, dalam mempelajari tenses, yang perlu diingat adalah perubahan kata-kata kerja berdasarkan keterangan waktu lampau, sekarang dan akan datang (Past, Present, Future).

Kuasai dulu bentuk Present sebelum mencoba ke bentuk-bentuk lainnya. Anda akan lebih mudah memahami bentuk-bentuk lampau kata kerja bantu to be yaitu was dan were, begitu pun bentuk participle-nya yaitu been. Begitu seterusnya, belajar berdasarkan undakan.

Dalam menguasai tenses, maka kita akan bermain dengan logika karena kalimat-kalimat tenses yang dianggap rumit seperti Past Perfect Tense dan Past Continuous Tense meminta kita memperhatikan urutan suatu kejadian atau peristiwa.

Mengenai kendala berikutnya yaitu kendala ejaan dan pengucapan sebenarnya hanyalah masalah rutinitas saja. Practices make perfect, banyak berlatih akan membuat Anda lebih baik. Sering-seringlah membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Tidak apa salah, asalkan setelah itu Anda mencoba mengevaluasinya lewat buku atau bantuan teman atau guru Anda. Yang salah adalah bila Anda tidak pernah mau mencobanya. Begitu juga dengan kemampuan pengucapan.

Perbanyaklah menonton acara-acara berbahasa Inggris atau belajar menggunakan panduan DVD yang sekarang banyak beredar di pasaran atau pada berbagai panduan tutorial video yang ada di blog ini, atau sering mempraktekkan setiap kata dan kalimat yang dikuasai dengan teman atau guru Anda. Akan lebih baik lagi bila Anda mengikuti kursus Bahasa Inggris dimana Anda berkesempatan memiliki banyak mitra untuk berlatih dengan panduan seorang guru. Selamat mencoba …

*Silahkan disebarkan, dicopy paste dan dicetak ... Semoga bermanfaat ... :)

Utamakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing [intermezzo]


'Credit' untuk kata-kata di atas musti diberikan kepada Ivan Lanin, pakar dan penggiat Bahasa. Kata-kata dimaksud sangat ringkas dan mengena (concise & precise).

Bahasa adalah produk budaya suatu entitas masyarakat. Indonesia diberkahi dengan keragaman suku yang masing-masing merupakan sub-bangsa Indonesia. Berbagai sub-bangsa itu memiliki bahasanya sendiri sebagai identitas dan alat komunikasi untuk berinteraksi.

Indonesia bisa disebut sebagai sebuah negara-bangsa (nation-state) yang memerlukan bahasa resmi, pemersatu dan menjadi salah satu identitas ke-Indonesia-an, yaitu Bahasa Indonesia, sebagaimana yang telah menjadi semangat Sumpah Pemuda 1928, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia. Untuk berinteraksi dengan masyarakat negara lainnya, kita perlu menguasai bahasa Asing terutama Bahasa Internasional (lingua franca) seperti Bahasa Inggris.

1/14/2011

Kalimat-kalimat Pengandaian (Conditional Sentences)





Conditional Sentences hanya bisa dengan mudah dipahami bila Anda telah menguasai Tenses yang telah dihadirkan sebelumnya.

Conditional Sentences menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.

Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Type I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.


Conditional I

Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa 'if' biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.

Contoh:

If you come on time, you will find me there.

(it is possible for you to find me there) 

Kalimat ini mengindikasikan kemungkinan untuk bertemu dengan saya sangat mungkin karena syarat-syaratnya ada/bisa dipenuhi.

Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak

I won't mark your homework,unless you hand it in.

Berikutnya ada Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Type II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi (contrary to the facts).

Uniknya, meskipun untuk menyatakan suatu hal yang terjadi di masa sekarang (Present), formula kalimat yang digunakan berbentuk lampau (Past). Selain itu, untuk kalimat yang menggunakan auxiliary be, kita hanya menggunakan kata: were, apapun Subyeknya. Ini yang kadang-kadang sering membingungkan. Tetapi untuk American English, tetap menggunakan was/were.

Perhatikan contoh-contoh berikut:

If I had wings, I would fly anywhere I want.
The Fact: I don't have any wings.

I f I were you, I wouldn't do that.
The Fact: I am not you. '  

Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Type III, biasanya digunakan untuk mengekspresikan suatu penyesalan yang terjadi di masa lampau. Formula kalimat yang digunakan menggunakan Past Participle.

If I had come there yesterday, I would have had chance to see you all ...
The Fact: I did't come there yesterday ...

If I had been there yesterday, I would have had chance to see you all ...
The Fact: I wasn't there yesterday ...

Catatan:

Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma (,). Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma.

Selain itu, terutama dalam kalimat percakapan, Conditional Sentences kerap diucapkan tanpa menggunakan 'if' seperti:

Were I you, I woudn't do that yang maksudnya sama dengan: If I were you, I wouldn't do that.

Untuk Conditional Sentences 2 dan 3, seringkali juga diucapkan dengan menggantikan 'if' dengan 'wish' karena sifatnya tak sesuai kenyataan (berandai-andai) dan mengandung pengharapan dan juga penyesalan.

I wish I were a tycoon =  Saya berharap saya seorang konglomerat, yang maksudnya sama dengan 'If I were a tycoon ...' = Jika saya saya seorang konglomerat ...
dsb
     




4/16/2010

Simple Future Tense





Punya banyak rencana (plan/intention)? atau apakah teman-teman gemar berwacana saja ?

Ya sekarang kita masuk ke pelajaran tentang hal-hal yang belum kita lakukan tetapi berniat atau berencana untuk melakukannya, terlepas jadi atau tidaknya kita merealisasikan rencana itu.

Dalam Bahasa Inggris, kalimat itu terstruktrur dalam Simple Future Tense (SFT)
SFT memiliki pola kalimat sbb:

S + will/shall + V1 + Complement (pelengkap) (Positive)
dan
S + to be going to + Complement


S + will/shall not + V1 + Complement (Negative)
to be going to
Will not biasa disingkat dengan won't dan shall not disingkat dengan shan't

Will/shall + S + V1 + Complement ? (Interrogative)
to be going to

Yang perlu kita cermati dalam memahami SFT adalah kapan penggunaan will/shall atau to be going to digunakan.Ketiganya berarti sama yaitu "akan".

Will bisa digunakan dengan Subject apa saja, sementara shall hanya dengan I dan we saja. Jadi tidak ada, She shall go, dsb.
Baik will maupun shall digunakan untuk rencana kegiatan yang belum pasti kita lakukan. Kita belum begitu yakin (less than 100% of probability.
Berbeda dengan to be going to yang demikian mantap kepastiannya. Penggunaan to be going to juga dapat digunakan oleh semua Subject seperti halnya pada will.

Jadi, I will go to London berbeda dengan I am going to London karena untuk kalimat yang pertama belum yakin pergi ke Londonnya.

Selain itu, bila kalimat yang kata yang dibuat setelah kata will/shall/to be going to bukan kata kerja (verbs) maka, kita cukup kata be. Contoh I will be there, dsb.

Mudah bukan?

3/26/2010

Present Perfect Continuous Tense



Pernah ditanya sudah berapa lama anda bekerja di tempat Anda sekarang? Tipikalnya sih seperti ini, sudah berapa lama sih kamu kerja di sini? Terus bagaimana ya membuat pertanyaanya dalam Bahasa Inggris?

Di situlah Tense ini digunakan, maka pertanyaannya adalah: How long have you been working here?

kira-kira jawaban teman2 katakanlah seperti ini: Saya sudah bekerja di sini sejak tahun 2006.

Jadinya, I have been working here since 2006.

Apa yang dapat disimpulkan dari kalimat-kalimat dalam Tense ini.

Ya! ia menjelaskan tentang durasi lamanya masa suatu aktivitas yang dikerjakan oleh subyek. Pada kalimat di atas:  "Saya sudah bekerja di sini sejak tahun 2006" = "I have been working here since 2006."
Lamanya suatu pekerjaan diterangkan dari saat mulai hingga saat dibicarakan. Makanya Tense ini menggunakan kata "For" = selama atau "Since"= sejak.

Bandingkan:

I have been working here since 2006

I have been working here for 4 years. (Asumsi: Bila dikatakan pada 2010)

Arti kedua kalimat sih sama saja, dimana yang pertama menerangkan tahun dimulainya bekerja, sementara yang kedua menerangkan durasi yaitu lamanya masa bekerja.

- Polanya adalah : Subyek + Have/has + V-ing + since / for...

Sederhana bukan? Dan Tense ini juga kerap disebut dengan Present Perfect Progressive Tense.

3/13/2010

Past Perfect Tense



I had eaten my breakfast before I left home this morning.

Apa yang ada di benak teman-teman melihat kalimat ini? apakah ada dua peristiwa? ya. Apa saja? makan dan pergi atau meninggalkan rumah. Kapan? di masa lampau? ya yaitu di pagi hari. Ada perbuatan yang terjadi lebih dahulu? ya yaitu makan atau sarapan.

Nah itulah pemakaian Past Perfect Tense, yaitu untuk menerangkan dua kejadian/peristiwa yang terjadi di masa lalu. Penekanannya adalah pada kalimat pertama yaitu I had Eaten yang polanya menggunakan auxiliary 9kata kerja bantu) had + V3. Sementara untuk kalimat kedua kita menggunakan pola Past Tense: left (V2).

Jadi Past Perfect Tense adalah untuk menggambarkan peristiwa kejadian yang mendahului satu peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Contoh lain:

Saya berbicara dengan Johny sebulan sebelum dia meninggal.

I had talked to Johny a month before he passed away....
Pola kalimat

S + had + V3

Gampang bukan?

3/04/2010

Present Perfect Tense




Have you eaten?
Did you eat in that canteen this morning?

Dua kalimat di atas menanyakan dua hal yang (mungkin) telah dilakukan oleh seseorang di masa lalu dimana yang pertama pertanyaannya mengindikasikan apakah sudah makan atau belum. Disini, si penanya ingin mengkonfirmasi atau mencek apakah orang yang ditanya telah makan sebelumnya.

Sementara, untuk kalimat kedua adalah si penanya bertanya apakah orang yang ditanya telah makan pada suatu waktu di masa lalu di sebuah kantin yang sama-sama telah mereka ketahui.

Untuk kalimat kedua di atas adalah kalimat Simple Past Tense yang telah kita bahas sebelumnya (silahkan lihat lagi bila masih belum mengerti).Kalimat yang pertama adalah kalimat Simple Present Perfect Tense.
Simple Present Perfect Tense digunakan untuk memyatakan perbuatan yang dilakukan di masa lalu. Sederhananya, (kembali perhatikan kedua kalimat di atas), dimana dalam Simple Past Tense terdapat keterangan waktu yang pasti sementara yang pertama tidak.Itulah salah satu perbedaan diantara kedua Tenses ini.

Dari situ, kita dapat membuat kesimpulan bahwa Present Perfect Tense adalah untuk mengindikasikan perbuatan di masa lalu dimana waktunya belum jelas atau tidak jelas sama sekali. Biasanya menggunakan keternagan waktu "before", dsb.

Perbedaan kedua antara kedua Tenses tersebut adalah penggunaan kata kerja dan kata kerja bantu (auxiliary)-nya yaitu Have/Has.Ingat bahwa kata kerja ada yang beraturan dan yang tidak beraturan (Regular/Irregular).

Formula Simple Present Perfect Tense:

(+) S + have/has + V3 + (before), dsb

contoh:

I have watched that movie before (saya telah menonton film itu sebelumnya)

I have been in England.(saya pernah di Inggris)

Bandingkan:

I watched that movie last month (saya telah menonton film itu bulan lalu)
I was in England two years ago. (saya di Inggris dua tahun lalu)

Lalu, bagaimana dengan kalimat Negative dan Interrogative dalam Present Perfect Tense? Polanya sama saja dengan Tenses yang lainnya dimana untuk kalimat Negative hanya menempatkan Auxiliary di depan Subject dan untuk kalimat negative cukup menempatkan kata "not' setelah auxiliary.

Contoh:

(-)I have not (haven't) watched that movie before
She hasn't watched that movie before.

(?)Have you watched that movie before?
Has she watched that movie before?

Sementara kapan pemakaian auxiliaru have atau has tergantung dari Subject yang digunakan, dimana untuk Subject orang ketiga tunggal seperti dia (he/she/it/Tono/Tini, dsb) kita menggunakan auxiliary "has", dan yang lainnya kita menggunakan auxiliary "have".

Sederhana sekali bukan? ;)